Minyak Jivana Pusaka

MINYAK JIVANA PUSAKA (Kehidupan Pusaka)

MINYAK JIVANA PUSAKA

Kehidupan Pusaka

Minyak Anugrah Kirab Kanjeng Kyai Ruwat Nagari

Minyak dengan ritual khusus yang menghadirkan gaib para Empu dari segala zaman se-Nusantara, juga lain sebagainya. Proses pembuatannya melalui ritual-ritual yang sangat khusus sekali, yang kemudian disempurnakan dengan Kirab Kanjeng Kyai Ruwat Nagari setiap setahun sekali, yaitu pada Malam Satu Suro atau Mapak Suro.

Bahan dari minyak ini sesuai pakem yang kami pelajari selama ini, yaitu minyak telon. Sebagaimana para leluhur kita selalu menyatakan bahwa minyak pusaka haruslah minyak telon. Lalu, minyak telon apa saja yang kita gunakan di sini? Bahan yang kami pakai adalah minyak kelapa, minyak kenanga, dan minyak melati keraton.

Meskipun terdiri dari berbagai unsur, aroma yang kami tonjolkan adalah melatinya, sehingga karakter utama dari minyak ini adalah minyak melati. Kenapa harus minyak melati yang ditonjolkan? Kami mengutamakan harum Melati Rinonce karena kami tahu bahwa aroma tersebut adalah yang paling disukai oleh para pusaka dari zaman ke zaman.

Tidak kalah istimewa, terdapat campuran minyak Cendana Keraton. Minyak ini berfungsi membangkitkan gairah daripada tuah khodam yang ada di dalam pusaka, serta memancarkan keinginan yang tak padam (semangat abadi). Yang harus diketahui lagi yaitu penggunaan minyak kelapa. Kenapa harus minyak kelapa? Karena kelapa melambangkan air/minyak Perwitosari; air surga atau air kehidupan yang akan menghidupkan secara menyeluruh luar dan dalam, baik jasad maupun ruhnya pusaka.

Dari itulah, bahan yang kami gunakan benar-benar sesuatu yang berhubungan erat dengan kelangsungan gaib para pusaka, yang nantinya akan menjaga pusaka selalu dalam keadaan semangat, bukan pusaka-pusaka yang “putus asa” seperti yang sering kita lihat kebanyakan.


Sebenarnya, ada tidak sih doa atau mantra untuk meminyaki sebuah pusaka? Mengapa biasanya pusaka yang diberi minyak seperti apa pun tidak pernah ada perubahan? Jawabannya tentu saja ada. Kalau meminyaki pusaka tidak menggunakan japa atau mantra, itu sama saja dengan mengoleskan sesuatu yang wangi, halnya memberi parfum belaka ke sebuah benda. Tidak ada efek lain selain wangi; hanya mubazir karena pusaka tidak bisa memanfaatkan minyak yang diberikan.

Lalu bagaimana caranya? Tentunya ada sebuah mantra, yang mana mantra ini nanti memasrahkan minyak kepada pusaka tersebut sehingga berubah menjadi nutrisi dan fasilitas yang dibutuhkan oleh pusaka luar dan dalam. Maka japa mantra serta tata cara peminyakan pusaka akan kami ajarkan dan kami sertakan tertulis di kertas keterangan minyaknya.

Minyak jamas seperti ini berkualitas tinggi ketika disuguhkan untuk pusaka, untuk penjamasan, perawatan, hingga pencukupan pusaka. Jika dibilang sangat lengkap, memang lengkap sekali karena sudah diproses sedemikian rupa selengkap mungkin. Jadi, Anda tidak perlu susah payah dengan berbagai keribetan yang memakan banyak waktu. Ini sudah berupa sesuatu yang dibutuhkan pusaka secara lahiriah maupun batiniah.

Nanti kita tinggal baca mantra satu kali ketika menggunakan agar tidak sia-sia dan langsung bisa diterima oleh pusaka tersebut. Seketika itu juga akan terbuka sebuah jalur yang menghubungkan antara ruh pusaka dan minyak tersebut, sehingga tidak ada halangan yang merugikan.


Lalu apa saja manfaat lain dan inti dari minyak ini? Berikut keterangan singkat dan padatnya:

  • Perawatan pusaka.
  • Bangkitkan isi pusaka.
  • Hidupkan khodam pusaka.
  • Pancarkan tuah pusaka.
  • Penyelaras ruh dan jasad pusaka.
  • Kendali sistem kerja pusaka.
  • Keselarasan pusaka & pemiliknya.
  • Menyatunya pusaka dengan pemiliknya.
  • Memaksimalkan kerja pusaka.
  • Memuncakkan tuah pusaka.
  • Ridhonya sang Empu.
  • Khodam pusaka makin betah.
  • Pusaka senantiasa terpancar tuahnya tanpa harus disuruh-suruh.
  • Pembersihan energi negatif pada pusaka.
  • Pemurnian tuah pusaka.
  • Penjaga pusaka.
  • Fasilitas Sekar Arum Gondo Arum untuk pusaka.
  • Gugah pusaka.
  • Gugah daya pusaka.
  • Gugah jiwa pusaka.
  • Tundukkan pusaka yang brengas.
  • Pusaka panas dan galak menjadi tunduk.
  • Perintah pusaka.
  • Karahayon pusaka, dll.

Bukankah setiap pusaka itu berbeda minyaknya? Biasanya kalau pusaka dengan besi tipe A atau tipe B minyaknya berbeda-beda; ada yang campuran serbuk pelatuk bawang, ada yang menggunakan serbuk ini dan itu yang langka dan sulit dicari.

Memang seperti itu pembelajaran kita selama ini, akan tetapi satu minyak ini tidak memerlukan itu semua. Satu minyak untuk segala jenis pusaka dan untuk pusaka apa pun. Kami tidak menyarankan memakai minyak lain selain minyak ini. Hanya minyak ini saja sudah lebih dari cukup. Mendapatkan Minyak Anugrah Kirab Kanjeng Kyai Ruwat Nagari adalah minyak pusaka terbaik karya kami.

Saatnya kita tidak lagi membiarkan pusaka kita dalam keadaan mati atau putus asa karena tiada daya yang menyangga. Karena untuk perawatan pusaka, minyak ini kami murahkan saja.

MAHAR:
• Per botol isi 50 ml: Rp 2.400.000,- (Khusus anggota Tirta Maya).
*Bisa diperbanyak menjadi 1 liter dengan campuran minyak melati.
• Mahar untuk umum: Rp 3.400.000,-


PESANGGRAHAN TIRTA MAYA
Alamat: Dusun Ceweng – Desa Sendang Rejo – RT.11 RW.01 – Kecamatan Dander – Kabupaten Bojonegoro – Provinsi Jawa Timur.
No. HP: 082131237122
Website: WWW.TIRTAMAYA.COM

Assalamualaikum Wr. Wb.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada saudara, kami mohon pengertiannya bahwa konsultasi via SMS/WA/Telepon hanya dilayani pada jam yang telah ditentukan, yaitu:
• Siang: Jam 10.00 – 14.00 WIB
• Malam: Jam 20.00 – 22.00 WIB
(Ketentuan ini berlaku mulai tanggal 02 November 2018). Tolong dimaklumi dengan sangat, hal ini dilakukan karena karya kami. Terima kasih atas perhatiannya!

Salam seduluran dunia akhirat dari kami,
JOKO DAYU SATRIO TONDO NEGORO SANG SURYA MACAN PRINGGONDANI
(Pengasuh Pesanggrahan Tirta Maya)

Kami mengajak tanpa memaksa saudara semua untuk belajar bersama; belajar, mengajarkan, serta memanfaatkan ilmu Tuhan untuk kepentingan banyak orang. Tidak ada ruginya orang yang mau belajar, karena yang dipelajari bisa diajarkan kembali serta digunakan untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Namun perlu diingat bahwa keilmuan harus disertai keyakinan, ketulusan, kesabaran, keikhlasan, serta penghambaan terhadap Tuhan, agar mendapatkan hasil sesuai yang kita harapkan. Kami yang hanya manusia biasa ini selalu belajar, bermunajat, tirakat, ritual, dan melakukan berbagai riyadhah. Itu semua kami lakukan sebagai wujud dari banyaknya kekurangan yang kami miliki.

Kekurangan yang selalu ada pada diri kami, kekurangan yang selalu membuat kami sadar akan kebesaran Tuhan. Dari itulah kami selalu bermunajat kepada Tuhan agar kami selalu dalam bimbingan-Nya, selalu dalam arahan-Nya, dan selalu diberi pengetahuan oleh-Nya untuk dijadikan bahan pembelajaran kita bersama.

Sedikit pengetahuan yang disertai banyaknya kekurangan, itulah kami: JOKO DAYU SATRIO TONDO NEGORO SANG SURYA MACAN PRINGGONDANI. Namun kami akan selalu berusaha menjadi yang terbaik dan terpercaya buat dulur-dulur semua, demi mewujudkan impian bersama, yaitu menolong sesama bagi yang membutuhkan serta membuat suasana aman dan nyaman di lingkungan sekitar tempat kita tinggal.

Kami menyampaikan salam kekeluargaan untuk saudara semua, semoga Tuhan mengijabah semua doa dan harapan kita bersama. Aamiin.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *